Home » Travel Tips

Pemberian Garam pada Makanan Bayi

Written By: Sarah on February 21, 2012 No Comment

Perlukah makanan bayi ditambahkan garam? Pertanyaan ini sering membingungkan buat sebagian orang tua. Ini juga jadi masalah saat kita menggunakan referensi lidah kita dalam membuat makanan bayi. Bahkan sering dijumpai orang tua yang menambahkan rasa ke makanan bayi agar bayi berselera makan. Penambahan garam pada makanan bayi –walau hanya sedikit- bisa menimbulkan  efek berbahaya untuk bayi. Selain efeknya buruk, penambahan garam ini sebenarnya sangat tidak perlu. Karena itu banyak orang tua yang memilih untuk menyipakan makanan bayi sendiri untuk bisa mengontrol garam pada makanan. Penting untuk diingat bahwa untuk bayi, penambahan garam tidak akan tahu apakah makanan lebih berasa enak dengan garam atau tidak. Selain itu, dengan penambahan garam pada makanan, kedepannya bayi akan tergantung pada rasa garam tersebut.

Mengapa garam membawa efek buruk terhadap bayi? Ginjal manusia mengatur jumlah mineral pada darah yang akan disirkulasikan ke seluruh tubuh. Dalam jumlah yang seimbang, mineral-mineral ini akan berguna bagi tubuh. Namun bila berlebih akan berdampak sebaliknya. Bayi anda memiliki sistem yang belum terbangun sempurna, terutama pada organ ginjal. Terlalu banyak garam tambahan bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan berujung pada kerusakan di bagian otak.

Tanpa penambahan garam buatan, sebenarnya kebutuhan garam untuk anak sudah terpenuhi dari bahan makanan natural seperti pada buah dan sayuran. Ikan juga kaya akan kandungan garam. Jadi tanpa garam tambahan, kebutuhannya bisa didapat dari menu seimbang yang disiapkan tiap hari. Efek jangka panjang dari pembatasan garam pada bayi adalah di kemudian hari nanti anak tidak ‘candu’ pada makanan yang cenderung asin dan gurih yang mengandung MSG.

Lalu kapan sebaiknya mulai memberi tambahan garam pada makanan bayi? Selama bayi belum berumur 1 tahun, penambahan garam sangat tidak direkomendasikan. Namun mengikuti pertumbuhannya, asupan garam bisa ditambah dengan menyesuaikan usia anak. Untuk anak 1-3 tahun batas maksimal asupan garam adalah 1.500 mg/hari. Anak usia 4-8 tahun bisa diberikan sampai  1.900 mg/hari. Usia 9-14 tahun asupan garam 2.200 mg/hari.

Bila anda memberikan anak anda makanan kemasan, telitilah garam tersembunyi yang ada pada produk tersebut. Makanan kemasan banyak mengandung Sodium dalam bentuk Sodium Klorida dan garam dapur. Baca selalu bahan-bahan yang terkandung dari produk tersebut.


 [R1]http://www.promina.co.id/pages/memilih-makanan-bayi-secara-aman-dan-sehat.aspx

 

Rate this post
People search : pemberian garam pada makanan bayi, pemberian garam pada bayi, garam pada makanan bayi, garam untuk bayi, garam pada bayi, efek garam pada bayi, garam buat bayi, pengaruh garam terhadap bayi, makanan anak 1 tahun, www promina co id

Advertisement :

Tags:
Warning: shuffle() expects parameter 1 to be array, boolean given in /home1/worldide/public_html/riseofreason.net/wp-content/themes/indy-premium/single.php on line 37
Digg this!Add to del.icio.us!Stumble this!Add to Techorati!Share on Facebook!Seed Newsvine!Reddit!Add to Yahoo!

Leave a Reply:

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  Copyright © 2009 Travel and Leisure Channel , All rights reserved.| Powered by WordPress|